ASEMNYA BELUK KENEK, AMBUNTEN


Banyak sekali potensi alam yang terdapat di Desa Beluk Kenek, Ambunten yang dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber penghasilan. Mayoritas masyarakat yang bekerja sebagai petani dan nelayan ini tidak hanya terpaku pada satu pekerjaan. Masyrakat yang ulet dengan memanfaatkan potensi alam yang ada salah satunya pohon asem yang banyak sekali ditemui sepanjang jalan Desa Beluk Kenek. Sembari masyarakat pergi ke Sawah pulangnya mereka manfaatkan untuk mencari buah asem yang jatuh berserakan dengan jumlah yang cukup banyak pada tiap pohonnya.
Buah asem merupakan tanaman herbal yang banyak sekali manfaatnya untuk kesehatan dan kecantikan. Sejak dulu nenek moyang kita memanfaatkan buah asem sebagai bumbu dapur untuk tambahan rasa asam pada sayur asam dan membuat minuman kunyit asam. Pohon asem berasal dari Afrika nama latin Tamarindus Indica, Linn di Indonesia pohon asem berfungsi sebagai pohon perindang yang sering kita jumpai di pinggir jalan. Begitu pun di Desa Beluk Kenek pohon asem bisa dijumpai sepanjang jalan dan yang paling banyak di Dusun Bulangan.
Daging buah asem mengandung banyak jenis asam diantaranya asam tetrat, asam sitrat, malat dan asam asetat. Jenis asam tersebut berfungsi untuk melancarkan pencernaan dan peredaran darah. Daun asem yang mengandung flavonoid bisa menyembuhkan radang dan penghilang rasa sakit. Air rebusan buah asem ditambahkan kunyit, temulak dapat  dijadikan ramuan herbal untuk menyembuhkan penyakit disentri, diet dan sariawan. Manfaat untuk kecantikan buah asem yang sudah dikupas dan dipisahkan dengan biji menjadi adonan bisa dijadikan lulur untuk mencerahkan kulit.
Masyarakat beluk kenek yang dikenal pekerja keras dan ulet pulang dari sawah tak lantas beristirahat melainkan, mengupas buah asem yang sudah kering. Biasanya masyarakat menjual buah asem sudah dikupas kulitnya dijual pada pengepul. Buah asem dijual masih dengan bijinya dengan harga Rp. 6000/kg. Jika musim penghujan 1 hari sampai 2 hari bisa menghasilkan 1 ton untuk satu pengepul. Jika sudah terkumpul banyak maka akan diambil dijemput oleh truk yang akan diolah di industri besar.
Untuk memanfaatkan buah asem yang ada di Desa Beluk Kenek ini dengan meningkatkan nilai tambah pada buah asem maka dimanfaatkan sebagai permen asem dan sirup asem. Permen asem sudah pernah ada, namun saat ini sudah jarang ditemui. Di era yang serba konsumen membeli produk tidak hanya melihat khasiat yang terkandung dari produk itu melainkan melihat dari estetika dari kemasan dan kemudahan untuk memperolehnya.
Bahan baku, alat dan proses pembuatan yang mudah merupakan salah satu alasan KKN88 Universitas Trunojoyo Madura memanfaatkan buah asem sebagai permen asem. Pengembangan produk dari aspek kemasan, karena kemasan memiliki daya tarik yang paling kuat untuk konsumen. Kemasan primer yang sangat menarik dengan diikat pada kedua ujung dan ditambah lagi kemasan sekunder plastik standing pouch semakin memberikan daya tarik yang lebih untuk konsumen. Permen asem ini dapat dikonsumsi mulai dari anak kecil sampai orang dewasa. Permen asem ini buat tanpa menggunakan bahan pengawet, meskipun demikian permen asem ini bertahan cukup lama asal disimpan ditempat yang kering dan tidak lembap karena sifat asem itu sendiri yang mampu bertahan lama dan gula yang merupakan salah satu bahan pengawet alami.


EmoticonEmoticon