Lestarikan Budaya Pencak Silat Tradisional Madura, KKN 88 UTM 2018 Ikut Ambil Bagian


            Pencak silat merupakan seni bela diri yang berasal dari asia tenggara. Seni ini menyebar secara luas di Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapura, Filiphina dan Thailand. Seni Bela diri ini masuk kenusantara diperkirakan pada abad ke7. Sebuah mitos menyebutkan bahwa gerakan dalam kesenian ini berasal dari keterampilan suku asli Indonesia yang gemar berburu ataupun membela diri dalam perang dengan menggunakan parang, tombak dan perisai. Pada abad 20 pencak silat berkembang pesat dan telah menjadi olahraga kompetisi dibawah the internasional pencak silat federation, saat ini pencak silat juga sedang diusulkan untuk menjadi salah satu olahraga resmi dalam olimpiade.


Seni yang menjadi budaya inilah yang saat ini masih dipertahankan oleh masyarakat Beluk Kenek melalui pertunjukan Pencak Silat yang dilaksanakan setiap malam senin. Pertunjukan Pencak Silat ini di ikuti beberapa perguruan pencak silat diwilayah sumenep dengan sistem arisan sebagai penentu siapa pemilik hajat yang akan menjamu semua atlit pencak silat. Atlit yang ditampilkanpun dari berbagai usia, mulai dari anak-anak, remaja ,hingga dewasa. Pertunjukan silat ini memiliki dua kategori , solo dan tarung. Pertunjukan solo hanya menampirkan jurus-jurus sederhana baik dengan tangan kosong ada juga yang memainkan senjata. Sedangkan untuk pertunjukan tarung bisa melibatkan dua orang hingga tiga orang dengan satu orang yang bertugas membawa senjata.




Ada yang menarik ketika pertunjukan pada minggu 22 juli 2018, yang mana pada malam tersebut untuk pertama kalinya KKN 88 Universitas Trunojoyo Madura terlibat dalam pesta rakyat yang dilaksanakan dirumah salah satu RW yang berada di Dusun Bulengan. KKN 88 melalui Ali Imron menyumbang pertunjukan untuk kategori solo. Keterlibatan salah satu Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura tentu saja disambut meriah oleh warga desa Beluk Kenek yang hadir pada malam itu. Selain keterlibatan mahasiswa utm, pertarung cilik yang memiliki julukan pangeran wongso juga tak kalah mencuri perhatian para penonton. Pasalnya anak kecil yang ditaksir usianya masih sekitar sepuluh tahun tersebut sangat mahir menggunakan senjata clurit dan juga pisau.



EmoticonEmoticon