Profil Madrasah Ibtidaiyah “An-Nur” Desa Beluk Kenek, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep



Madrasah Ibtidaiyah (MI) “An-Nur” merupakan sekolah tingkat dasar (setara SD) yang ada di Dusun Coangkak Desa Beluk Kenek, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep Madura.  Madrasah ini merupakan salah satu lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan An-Nur yang diketuai oleh Bapak Rusdi. Madrasah ini didirikan untuk meningkatkan dan mengembangkan pendidikan anak-anak agar bisa mengemban pendidikan formal. Meskipun madrasah ini berbasis keagamaan islam, namun sekolah ini juga mengedepankan ilmu-ilmu umum.
Madrasah ini pada mulanya merupakan sebuah lembaga pendidikan islam (diniyah) yang di dalamnya berfungsi sebagai tempat untuk mengajarkan ilmu-ilmu agama islam kepada anak-anak yang berada di Dusun Congkak. Anak-anak biasanya menempuh pendidikan formal di luar Dusun Congkak. Karena dirasa cukup jauh dari tempat tinggal banyak warga yang ingin ada sekolah tingkat dasar (SD) yang berada di Dusun Congkak. Atas alasan tersebut, maka selanjutnya madrasah diniyah ini diubah statusnya menjadi Madrasah Ibtidaiyah yang merupakan lembaga pendidikan formal yang setara dengan SD yang bernama MI “An-Nur”.
Madrasah Ibtidaiyah “An-Nur” mulai didirikan (mulai berstatus sebagai lembaga pendidikan formal) pada tahun 2006. Madrasah Ibtidaiyah ini dikepalai oleh Bapak Abdus Samad. Bapak Abdus Samad merupakan salah satu warga yang tinggal di Desa Beluk Kenek yang sangat antusias dalam pengadaan sebuah lembaga pendidikan formal dasar setingkat SD agar anak-anak tidak terlalu jauh ketika ingin sekolah. Meskipun secara infrastruktur sekolah masih sangat kurang, beliau mengiunginkan agar masyrakat tetap mau dan peduli untuk tetap menyekolahkan anaknya di yayasan ini agar tetap berkembang kedapannya.
Banyak infrastruktur yang masih sangat kurang memadai di sekolah ini. Mulai dari tempat parkir,kamar mandi, papan tulis, bangku sekolah yang sudah mulai rusak hingga ruang guru yang kurang kondusif dan sangat tidak memadai untuk tempat administrasi para guru. Sebagai kepala sekolah, Bapak Samad menginginkan agar lebih banyak bantuan dari pemerintah lagi untuk mengembangkan sarana dan prasarana yang ada di sekolah ini.
Meskipun secara infrastruktur masih sangat kurang, namun bukan berarti sekolah ini tidak pernah mendapatkan juara dari siswa dan siswinya. Sekolah ini pernah menjadi delegasi kecamatan dan kabupaten sebagai peserta lomba Olimpiade Sains tingakt SD bahkan pernah juga mendapat juara 1 tingkat kecamatan.


EmoticonEmoticon