SOSIALISASI DESA PROGRAM PAMSIMAS III PROGRAM PENYEDIAAN AIR MINUM DAN SANITASI BERBASIS MASYARAKAT KABUPATEN SUMENEP



Penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (PAMSIMAS) adalah salah satu program yang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia dengan dukungan Bank Dunia yang dilaksanakan di wilayah perdesaan dan pinggiran kota. Program PAMSIMAS ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah fasilitas pada warga masyarakat yang kurang terlayani termasuk masyarakat berpendapatan rendah. Program PAMSIMAS III yang dilaksanakan pada tahun 2016-2020 merupakan kelanjutan dari PAMSIMAS 1 dan II yang dilaksanakan pada tahun 2008-2015.

Harapan yang diinginkan dengan adanya program PAMSIMAS ini, masyarakat dapat mengakses pelayanan air minum dan sanitasi yang berkelanjutan serta meningkatkan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Penerapan program PAMSIMAS digunakan dalam rangka mendukung pencapaian target MDGs (sektor air minum dan sanitasi) melalui perluasan pendekatan pembangunan berbasis masyarakat.

Proses pemilihan desa untuk program PAMSIMAS III dilakukan dengan cara sosialisasi tingkat kabupaten. Proses ini bertujuan untuk menginformasikan pelaksanaan program air minum yang akan dilaksanakan dan dikelola di wilayah kabupaten. Selanjutnya adalah sosialisasi program tingkat desa yang bertujuan untuk menjaring peminatan warga masyarakat desa mengenai partisipasi dalam program bantuan air minum dan sanitasi.

Tanggal 19 juli 2019, Desa Beluk Kenek masih dalam tahap sosiaisasi program tingkat desa yang dihadiri oleh pensosialisasi program PAMSIMAS dan perangkat desa yang terdapat di Beluk Kenek. Saat ini masih dalam tahap penyusunan proposal mengenai program tersebut. Direncanakan desa Beluk Kenek melakukan pengeboran tanah untuk sumur air bersih ini pada sekitaran bulan Agustus tahun 2019. Perencanaan pengeboran tanah tepatnya dilakukan di Dusun Congkak Desa Beluk Kenek Kecamatan Ambunten Kabupaten Sumenep.
Terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh desa agar dapat melaksanakan progarm PAMSIMAS III ini, antara lain sebagai berikut :
a.       Desa harus membentuk tim yang menangani masalah pembentukan proposal
b.      Pembentukan tim kader AMPL (Air Minum Penyehatan Lingkungan)
c.       Terdapat suatu bentuk komistmen masyarakat, mengenai :
·         Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS)
·    Kontribusi masyarakat dalam bentuk sumbanagn uang kas secara sukarela, sumbangan tenaga kerja dan anggaran yang diperoleh dari desa.



EmoticonEmoticon