Penyuluhan Tanaman Hidroponik











             Pada tanggal 22 desember 2019 Abdi Masyarakat 39 UTM menghadiri penyuluhan tanaman hidroponik yang diadakan di sumenep kota. Hidroponik sendiri adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tapa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit dari pada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah.

            Berawal dari penggerak literasi, kemudian mereka suka dengan hidroponik dan tertarik, mereka juga mempelajarinya sedikit demi sedikit lalu diterapkan dengan membentuk komunitas. Keuntungan dari hidroponik sendiri salah satunya adalah tidak boros lahan. Atas bisa dijadikan tanaman hidroponik dan bawah bisa dijadikan kolam lele, jadi nutrisinya tidak boros.
            Pada hidroponik disini menanam beberapa sayuran seperti bayam, bayam merah, bayam batik, dan kangkung. Pada foto dibawah ini, untuk membuat sayuran dapat tumbuh membutuhkan waktu sebulan, namun untuk sayuran dibawah ini tergolong cepat, karena hanya membutuhkan wkatu kurang dari sebulan atau masih sekitar 3 mingguan. Cepat lambatnya pertumbuhan tergantung pada perawatan yang diberikan.
            Cara membuat hidroponik ada 3 cara NFT, DFT dan Wick. NFT merupakan kepanjangan dari Nutrient Film Technique, konsep dasar sistem ini adalah mengalirkan nutrisi hidroponik ke akar tanaman secara tipis (film). Tujuan dari pengaliran secara tipis ini adalah supaya akar tanaman bisa memperoleh asupan air, oksigen dan nutrisi yang cukup. Sedangkan DFT (Deep Flow Technique) adalah salah satu sistem yang sering dipakai diantara sistem hidroponik yang ada. Sistem kerjanya hampir sama dengan sistem NFT namun dalam sistem DFT ada genangan air nutrisi dalam pipa. Para komunitas ini menggunakan sistem hidroponik NFT
            Biasanya mereka bisa menggunakan 2,5 liter nutrisi yang diberikan pada tanaman hidroponik ini, dan yang paling banyak memkan nutrisi adalah sayuran kangkong. Pada nutrisi diberikan PH normal yaitu pada PH 5,5 sampai 6,5 dan maksimal PH yang dibutuhkan adalah 7 karena kalua tanmana cenderung ke asam kalau lebih dari itu tanamannya bisa terganggu dan nutrisinya tidak bisa terserap menjadikan tanaman tersebut mudah terbakar karena terlalu basa. Bagaimana jika PH dalam nutrisi tersebut terlalu tinggi?misalnya PH 8, akan ada yang Namanya asam kuat yang berfungsi untuk menurunkan PH. Alat untuk mengukur Nutrisi Namanya Pds meter.

                                      
            Pada tanaman hidroponik ini tidak menggunakan pestisida, salah satu cara yang digunakan untuk menggantikan pestisida adalah gunakan sabun cuci piring yang dicampur Larutan perasan air bawang putih, nanti dismeprotkan ke tanaman tersebut. Ada juga Air kelapa yang dicampur dnegan bawang putih untuk menghilangkan bakteri.


EmoticonEmoticon